Dapatkan Penawaran Harga Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Surel
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000
Berita
Beranda> Berita

Prinsip Dasar Perancangan Sistem Saluran Tuang pada Pengecoran Presisi

Mar 12, 2024

1. Memastikan pengisian logam cair secara lancar

(1) Mengontrol laju aliran dan aliran logam cair untuk menghindari fenomena logam cair mengalir dan percik, serta mencegah terjadinya inklusi gas dan inklusi non-logam.
Merancang bentuk dan ukuran saluran masuk secara wajar sehingga logam cair mengalir lancar di dalam saluran masuk, secara bertahap dipercepat memasuki rongga cetak, serta mengurangi tumbukan dan gangguan. Gunakan bentuk gerbang yang sesuai, seperti gerbang datar, gerbang trapesium, dan sebagainya, untuk mengurangi kecepatan aliran logam cair, yang mendukung pengisian yang lancar.

(2) Memastikan kecepatan naik logam cair di dalam rongga cetak seragam guna mencegah cacat seperti pemanasan lokal berlebih atau cold shut.
Mengatur posisi dan jumlah saluran masuk internal secara wajar agar logam cair dapat mengisi seluruh bagian rongga cetak secara merata.
Berdasarkan bentuk dan ukuran coran, hitung waktu pengisian dan laju aliran logam cair yang sesuai guna menjamin kecepatan naik yang seragam.

2. Menguntungkan bagi pelepasan udara dan pengeluaran terak

(1) Mendesain saluran pembuangan yang wajar untuk memfasilitasi pelepasan gas dari rongga secara lancar.
Mengatur outlet, penambah (riser), dan komponen lainnya dalam sistem coran sehingga gas dapat keluar tepat waktu guna mencegah cacat seperti pori-pori pada coran.
Penataan saluran pengalir (runner) harus mendukung aliran dan pelepasan gas guna menghindari akumulasi gas di dalam rongga.

(2) Mendorong pengapungan dan penghilangan inklusi.
Memanfaatkan bentuk dan karakteristik aliran saluran pengalir (runner) agar inklusi dapat mengapung ke penambah (riser) atau kantong terak selama aliran logam cair.
Menentukan posisi dan ukuran kantong terak secara wajar guna mengumpulkan dan menghilangkan inklusi.

3. Mengendalikan urutan pengerasan

(1) Mengarahkan logam cair agar mengeras mengikuti urutan pengerasan yang telah ditentukan guna memperoleh kualitas coran yang baik.
Dengan menyesuaikan ukuran, posisi, dan jumlah saluran pengalir (runner), kendalikan laju pendinginan serta arah pengerasan logam cair.
Prinsip pembekuan bertahap dapat diadopsi untuk membuat coran membeku dari posisi yang jauh dari penambah (riser),
dan secara bertahap maju ke arah penambah guna memastikan kepadatan coran.

(2) Atur penambah dan besi pendingin secara wajar untuk mengatur proses pembekuan coran.
Penambah digunakan untuk mengkompensasi penyusutan coran selama proses pembekuan guna mencegah cacat seperti rongga susut dan penyusutan.
Berdasarkan bentuk dan ukuran coran, tentukan posisi, ukuran, serta jumlah penambah.
Besi pendingin dapat mempercepat laju pendinginan lokal pada coran, mengubah urutan pembekuan, serta meningkatkan kualitas coran.

4. Mudah dibersihkan dan dioperasikan

(1) Struktur sistem pengecoran harus sederhana, mudah dibersihkan, serta memudahkan penghilangan sisa-sisa seperti saluran pengecoran (runner) dan penambah.
Hindari merancang bentuk saluran pengecoran (runner) dan metode sambungan yang terlalu rumit sehingga sistem pengecoran dapat dengan mudah dipisahkan dari coran selama proses pembersihan coran.
Lokasi gerbang harus dipilih pada posisi yang tidak memengaruhi penampilan dan kinerja coran, serta memudahkan proses dan perlakuan lanjutan.

(2) Pertimbangkan keteroperasian proses pengecoran dan tingkatkan efisiensi produksi.
Desain sistem pengisian harus kompatibel dengan peralatan dan proses pengecoran, serta mudah dioperasikan dan dikendalikan.
Atur secara wajar lokasi gerbang, riser, dan sebagainya, agar operasi seperti pengisian logam cair, kompensasi penyusutan, dan pelepasan udara dapat dilakukan selama proses pengecoran.

Penuangan pasir dan pasir mengapung masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam proses pembuatan cetakan kulit.

Kelebihan penuangan pasir:

(1) Distribusi butiran pasir relatif seragam, sehingga dapat lebih menjamin keseragaman ketebalan cetakan kulit.

(2) Untuk beberapa coran berbentuk kompleks, penuangan pasir dapat menutupi seluruh bagian dengan lebih baik. Kekurangan pengecoran pasir:
Persyaratan peralatan relatif tinggi, dan diperlukan peralatan pengecoran pasir khusus.
Lebih banyak debu dapat dihasilkan selama operasi.

Keunggulan pasir mengapung:

(1) Operasi relatif sederhana dan biayanya rendah.

(2) Ketebalan lapisan pasir dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.

Kelemahan pasir mengapung:

(1) Distribusi partikel pasir mungkin tidak seuniform pengecoran pasir, sehingga mudah terlalu tebal atau terlalu tipis di beberapa area.

(2) Untuk coran dengan bentuk kompleks, mungkin terjadi masalah cakupan yang tidak lengkap.

Secara umum, pemilihan antara pengecoran pasir atau pasir mengapung tergantung pada kebutuhan produksi tertentu, bentuk coran, biaya, serta faktor-faktor lainnya. Jika persyaratan kualitas untuk cetakan luar (shell) tinggi dan tersedia peralatan serta dukungan teknis yang sesuai, pengecoran pasir dapat dipertimbangkan. Jika Anda mengutamakan operasi yang sederhana dan biaya rendah, pasir mengapung mungkin menjadi pilihan. Di samping itu, Anda juga dapat melakukan eksperimen dan optimasi berdasarkan kondisi aktual guna menentukan metode pembuatan cetakan luar yang paling sesuai.

Dapatkan Penawaran Harga Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Surel
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000